Wimo Ambala Bayang, born in Magelang in 1976, studied in the Interior Design Program at the Modern School of Design and the Photography Department at the Indonesian Institute of the Arts in Yogyakarta.

Wimo Ambala Bayang is an artist who works with photography and video. His works reflect unique perspectives towards culture that are not made under pretense to criticize, but to make us re-think the habits that seem ‘to have always been there’. History and facts, minor and major, are important aspects that must always be considered in the creative process.

Participating in the residency and interacting with Dutch artists at Cemeti have inspired him to play with comic visual reactions towards an old joke that reflect the life ethos of our society: “Be calm, the Dutch are still far away!” He invites selected groups to participate in his works and creates a series of photographs entitled, “Belanda Sudah Dekat or The Dutch are already near”. He invites the groups to pose with plastic toy weapons. This work is made not only as an antithesis, but also in expression of opposition to the relaxed and lazy attitude that is still often found in a part of our society. He names these groups “Troop Six”, “Troop Seven”, etc., in reference to “Troop Five”, which in its heyday, was the Communist Party of Indonesia.

Wimo Ambala Bayang lahir di Magelang pada tahun 1976.Ia belajar desain interior di Modern School of Design dan jurusan fotografi di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

Wimo Ambala Bayang, seniman yang berkarya menggunakan media fotografi dan video. Karyanya merefleksikan perspektif yang unik atas budaya yang dimaksudkan bukan sebagai kritik, tapi untuk mengingatkan kita kembali pada kebiasaan-kebiasaan yang selama ini kita miliki. Sejarah dan fakta, kecil dan besar, adalah hal penting yang selalu jadi pertimbangan dalam proses kreatifnya berkarya.

Partisipasinya dalam residensi dan interaksi dengan seniman asal Belanda di Cemeti memberinya inspirasi untuk bermain-main dengan gambar komik yg merupakan reaksi terhadap guyonan lawas, yang jelas menjadi cerminan kejiwaan bangsa kita: “Tenang saja, Belanda masih jauh!”.  Dia mengundang beberapa kelompok untuk berpartisipasi dalam karyanya dan membuatnya dalam beberapa foto seri yang di beri judul, “Belanda Sudah Dekat”. Dia mengundang kelompok-kelompok itu, untuk berpose dengan menggenggam senjata mainan. Karya ini dibuat tidak hanya melawan, tetapi juga sebuah ekspresi untuk menentang kebiasaan-kebiasaan santai dan malas yang telah menjadi bagian hidup masyarakat kita. Dia menamai grup ini “Troop Six”, “Troop Seven”, dst..  sebuah referensi untuk “Troop Five”, saat Partai Komunis Indonesia masih berjaya.

Contact Wimo at suketseger@yahoo.com
Visit Landing Soon residency project here