A SURVEY OF CONTEMPORARY INDONESIA ART
BUS Gallery, Melbourne, Australia, 24thFebruary-14th March 2009

Indonesian Wedding Photography Ritual By Ruang MES 56

wakid-dan-atik

Introduction

Marriage nowadays is no longer considered as a difficult effort anymore. The journey of our photography moment record has shown how we have been through countless recording process of couples who start their new life!

Back in the old days – based on the discovery of several old pictures – a wedding photograph has become a main and important stipulation in Indonesia wedding ritual. It shows how the craziness towards ‘intimate pose’ always becomes an important scene in front of the camera.

Photographers are required to be creative and energetic to be able to create a ‘spectacular intimate pose’. Sometimes, the scenes are a co-work between the photographer and the couple.

So, what really is the function of those photos beside becomes a ‘sweet memory’ or a ‘history’ in life? Or is it really as worthy to be recorded as when a baby is born, having a new motorcycle, or going for a family holiday?

This project perhaps will be a special archive for us to widely trail of how the records could become a discussion subject from various perspectives.

The Ritual Concept  Pre-Wedding
[Characteristic: Lifestyle, glamour, art, Bollywood, nature, story, outdoor, freestyle.]
wimo

It is unknown from where the ritual of wedding documentation is getting more creative and accurate for the sake of spoiling the newlyweds. Long before the main reception, the prospective wedding couple is able to plan to record the last seconds of their wedding. I think the pre wedding pictures can be equally considered as sacred as the “proposing” ritual, which is an introduction process between both families of the bride and groom with the aim to have an agreement that the couple’s relationship is ready to be brought to a higher level; marriage.

Wedding Ceremonial
[Characteristic: The ceremonial, the party, the bride, family, friends.]

wedding-02

Post Wedding
[Characteristic: Freestyle, informal.]

irma-cholil
Who’s behind camera

Professional photo studio.
Professional Photographer.
Amateur Photographer.

Results

Photo album.
Big prints hang on the wall.
Art works

Indonesian wedding and the preservation of a beauty concept

Wedding ceremony is a hard work, both for a couple who are about to marry and families. In the context of Indonesian society where the role of family is highly valued in governing its members, almost anything will not be reached or decided without family’s interference. With their families, the bride and groom are collaborating with to form a perfect wedding. Each element of the ceremony must be able to display its best quality since pride, honor, and family status are at stake.

A large amount of money would be needed, certainly, to fight for respect. It is here where photography and video are needed as tools to document effort in establishing it and to demonstrate the closeness and intimacy between a newly wed couple as clearly shown in the the popular pre-wedding photography today.

This work is an advanced study of “the absolute beauty and perfectness in front of camera”–a concept widely practiced by the society–and the works of professional photo studios in responding to it. These studios are main parts of system to support the creation of new beauty and togetherness.

Nuraini Juliastuti
Researcher – KUNCI Cultural Studies

merity

Ritual Foto Perkawinan di Indonesia.
Oleh: Ruang MES 56

A SURVEY OF CONTEMPORARY INDONESIA ART
BUS Gallery Melbourne Australia 24thFebruary-14th March 2009

Introduction
Perkawinan pada masa sekarang bukanlah suatu usaha yang sulit lagi. Perjalanan rekaman moment fotografi yang kami dapat menunjukkan bagaimana kita sudah melalui banyak proses rekaman pasangan yang akan memulai hidup mereka yang baru!

Jaman lampau-berdasarkan penemuan foto-foto lama-sebuah foto perkawinan sudah menjadi syarat utama dan penting di dalam ritual perkawinan di Indonesia. Itu terlihat bagaimana kegilaan terhadap ‘pose mesra’ selalu menjadi adegan penting dalam mereka berpose di depan kamera.

Para fotografer selalu dituntut kreatif dan lincah untuk bisa menciptakan ‘pose mesra’ yang spektakuler. Kadang adegan-adegan tersebut adalah hasil kerjasama antara fotografer dengan pasangan pengantinnya.

Jadi apa sih fungsi dari foto-foto tersebut selain menjadi sebuah ‘kenangan manis’ atau sebuah ‘sejarah’ dalam kehidupan ini? Atau semua ini memang patut direkam sama seperti ketika memiliki seorang bayi, mempunyai motor baru, hari ulang tahun, liburan bersama keluarga?

Proyek ini mungkin akan menjadi sebuah arsip yang special bagi kami untuk lebih menelusuri secara luas bagaimana rekaman-rekaman tersebut bisa menjadi bahan diskusi dengan berbagai macam perspektif.

Konsep ritual Pre-wedding
[Characteristic: Lifestyle, glamour, art, Bollywood, nature, bercerita, outdoor, freestyle.]

amirudin

Entah dari mana awalnya ritual pendokumentasian perkawinan semakin lebih kreatif dan jitu demi memanjakan si calon pengantin. Jauh sebelum acara utamanya, calon pengantin sudah bisa merencanakan untuk mengabadikan detik-detik menjelang perkawinan mereka. Saya berpendapat kalau hasil foto-foto pre wedding tersebut bisa disejajarkan kesuciannya dengan ritual ‘lamaran’ yaitu sebuah proses perkenalan antara dua keluarga mempelai untuk lebih menyetujui bahwa hubungan mereka telah siap untuk ke pelaminan.

Wedding Ceremonial
[Characteristic: The ceremonial, the party, the bride, family, friends.]
untitled-3

Post Wedding
[Characteristic: Freestyle, Informal]dolly

Who’s behind camera

Professional photo studio.
Professional photographer.
Amateur photographer.

Results

Photo album.
Big prints hang on the wall.
Art works

Perkawinan Indonesia dan pengawetan konsep keindahan.

Upacara perkawinan adalah sebuah kerja besar, baik bagi pasangan yang menjalankan, maupun bagi keluarga. Untuk konteks suatu masyarakat seperti Indonesia dimana keluarga mempunyai peranan sangat penting dalam seluruh aspek kehidupan setiap anggotanya, nyaris tidak ada keputusan-keputusan berkaitan soal pelaksanaan upacara yang bisa lolos dari campur tangan mereka. Bersama dengan merekalah, para calon pasangan pengantin berkolaborasi untuk menampilkan perhelatan yang sempurna. Semua elemen upacara harus menunjukkan kualitas terbaik karena harga diri, kehormatan dan gengsi adalah taruhannya.

Butuh banyak uang, tentu saja, untuk memperjuangkan kehormatan dan rasa bangga. Disinilah fungsi fotografi dan video dibutuhkan sebagai senjata utama pendokumentasian kerja keras perjuangan, dan tentu saja untuk memamerkan kemesraan pasangan baru. Pre-wedding photography yang saat ini sangat populer di kalangan calon pengantin baru misalnya adalah outlet/ruang baru bagi penciptaan kemesraan-kemesraan tersebut.

Karya ini adalah studi lanjutan atas konsep klasik ‘sebuah display kecantikan dan kesempurnaan yang mutlak di depan kamera’ yang dipraktekkan masyarakat secara luas, dan bagaimana ini direspon oleh penyedia jasa layanan fotografi. Para studio foto menjadi bagian utama supporting system dari penciptaan keindahan baru. Ini adalah sebuah studi yang menunjukkan bagaimana konsep ‘cantik didepan kamera’ ini tetap bertahan terus menerus.

Nuraini Juliastuti
Peneliti – KUNCI Cultural Studies

akiq

Support By :

Jogja National Museum

Kencana Photography

Garis Art Space