Statement

Sadako is a ghost figure. She lingers around certain places for unfinished business. If someone happened to take a picture in the ream, then it might appear in the image as a way to deliver her message to the living world. ┬áThe figure’s appearance in a picture stands for an omen to the innocent subject of the image.

In the States, foreigner live in their house, speak their own language, may or may not have to communicate with members outside their little community. They claim to be citizen of this country without mingling with the society. They stand as an absence in this big culture landscape but actually is a part of this country, as if the relationship between the ghost and the ghost image.

For American viewers, the bleak meaning behind either the figure or ghost image is broken. Only ignorance and cheap interest indicates the sense of a broken cultural icon, lingering in a world it does not belong.

Sadako adalah sesosok hantu. Dia gentayangan di tempat-tempat tertentu untuk menyelesaikan urusannya yang belum selesai. Ketika di sana ada yang kebetulan foto beramai-ramai, dia akan muncul di gambar yang dihasilkan sebagai cara untuk menyampaikan pesannya pada dunia kehidupan. Kemunculan sosok tersebut bertindak sebagai pertanda akan suatu imaji subyek yang innocent.

Di Amerika Serikat, para imigran tinggal di rumah mereka masing-masing, berbicara dengan bahasa mereka sendiri, tidak selalu harus berkomunikasi dengan masyarakat lain diluar komunitas kecil mereka. Mereka mengklaim diri sebagai warga negara tanpa harus membaur dengan masyarakat lainnya. Mereka berperan sebagai suatu ketidakhadiran dalam sebuah lansekap kultur besar tetapi sesungguhnya adalah bagian dari masyarakat di negara ini, seperti halnya hubungan antara hantu dan imaji hantu itu sendiri.

Bagi pengamat Amerika, makna suram di balik sosok maupun imaji hantu tersebut rusak. Hanya ketidakpedulian dan ketertarikan murahan saja yang mengindikasikan kesan sebuah ikon budaya yang rusak, bergentayangan di dunia dimana dia tak seharusnya berada.

For more Liu Tzu Cheng’s works and further information, let’s jump here!